Tuesday, January 29, 2008

Suharto is Back

Seputar Mantan Penguasa 3

Innalilahi wa inailaihi rajiun, dari Allah kembali ke Allah. Semoga segala jerih payah almarhum diterima di sisi-Nya.
Haruskan berduka atau bersorak gembira?
Ya sudah.. namanya manusia pasti akan mati. Tapi segudang persoalannya belum tuntas.
Media kita yang dikuasai konglomerasi pro-Suharto, pemerintahan antek Suharto dan politikus-politikus yang semakin berkibar di tahun tikus siap menggerogoti negeri ini.
Suharto kembali.... seperti yang sudah diramalkan entah itu dengan cara apapun, yang pasti momentum sakit dan hingga wafatnya dijadikan arena mendewakan kembali Suharto. Terbukalah sudah kedok semua orang yang selama ini kita jadikan panutan dan cukup bisa kita angkat topi bagi sebagian orang. ternyata oh ternyata..hehehehehe saya sih sudah tahu.
Era kebangkitan Suharto sudah digalakan dengan kembali diulang-ulangnya kegiatan di sekolah-sekolah seperti pada masa orba. misalnya upacara bendera..hehehe khok, iya TK aja ada upacara, waduh... pendewaan pancasila dan tentu saja korupsi yang merajalela.
seperti cerita sejarah, Suharto sudah mempersiapkan semua ini.... dan ini akan menjadi warisan paling "menjijikan" dalam sejarah bangsa ini.
masa terombang-ambing setelah reformasi, bencana yang tiada henti.. persis seperti saat dimana saatnya "Gue bangkit... (serangan umum 1maret, pemberantasan PKI, Malari, pemilu 80-an, reformasi'98..)". Didukung pemberitaan yang tidak obyektif.. ya sudah... selamat datang kembali Suharto.. jasadnya memang sudah tidak ada, tetapi warisannya... (keluarga, kroni, teman, sahabat dan jutaan pendukungnya).. hmm.

Labels:

Tuesday, January 15, 2008

Seputar Mantan Penguasa 2

Kenapa sih khok jadi ikut-ikutan numpang beken dan menggali sekaligus mentenarkan kembali pamor yang sudah hilang..? iya gitu.

Hampir begitu... hahahaha lepas alasannya apa, sebetulnya karena tidak suka kalo sebuah persoalan tidak dilandasi penilaian yang obyektif.

Kemarin baru beli buku, judulnya "The Mass Killers of the twenteeth century" ato diterjemahkan "Para Pembunuh Massal abad ke duapuluh". Buku yang entah siapa penulisnya, cuman disebut rombongan diterbitkan di yogya..lha kenapa dibeli, karena eh karena.. ada gambar yang selama puluhan tahun melekat dan biasanya nempel di dinding kelas ngapit gambar burung garuda, meski yang ini digambarkan pake baju tentara. Siapa lagi kalau bukan Suharto sang mantan penguasa orde baru-sebuah rezim yang didirikan dengan "culas" itu. Diantara orang-orang "hebat" itu Suharto adalah salah satu yang terbaik, kenapa terbaik.. ya terbaik dibidangnya..heuheuheu. Ada Hitler, Marcos, Mussolini, Stallin, Idi Amin.. herannya rombongan dari Israel dan US khok gak ada ya... lagi-lagi emang kita sudah bisa nebak, ke arah mana buku ini dituju, khan mereka itu yang superbenar dong..hahahaha dasar kan. Disinilah kita mesti jeli bahwa sebuah buku jelas memang bertendensi cuman seberapa obyektif. Lepas dari semua itu memang Pak Harto hebat.. di negeri sendiri dielu-elukan(maksudnya eh gimana sih loe, eloe tu ye.. payah loe!-). Intinya dalam buku ini semua kontroversi yang menghalangi rencana masa depannya diberangus, ngus dengan cara apapun.. memang hebat beyond the future.. tokh pada akhirnya ancur juga karena kompromi dengan amerika sudah enggak sejalan lagi. Iya salah satu bagian yang menarik dari buku ini, hampir semua tokoh yang disebut dalam buku ini, pernah atau setidaknya mendapat sokongan dari Amerika. Itulah kenapa tidak satupun tokoh amerika yang muncul.. Nah meskipun tidak detail dan kurang dukungan data-data konkret buku ini lumayan untuk ikut menghebohkan suasana negeri ini yang lagi diguncang sakitnya si Mbah.. hahaha
Kembali ke alasan menulis tentang hal ini, karena setidaknya harus ada yang menyuarakan suara yang enggak enak dong.. Dikala media kita digiring atau menggiring yah..hehehe terutama TV kearah pengHartoan kembali, selain tentu saja rating yang naik.hihihihi... kapitalis miris meringis.. ya sakitnya si mbah kan menaikan oplah dan rating. Selain itu tapi kita melihat bahwa negeri kita memang Sinetron banget, alias out of thinkable. Ya memang media kita mengarahkan untuk menggiring bangsa ini tidak obyektif,,, berita yang muncul adalah bagaimana susahnya nasib Pak Harto saat ini, gambaran alat-alat yang dipasang, tampangnya yang memelas, keluarganya yang tampak berduka.. itulah yang digambarkan, semuanya adalah upaya menggiring opini. Jelas dong siapa pemilik modal dibalik semua media itu..
Sekarang semuanya jelas, siapa pengurus negara ini yang kemarin kita pilih(aku milih anggota DPR-tapi tidak presiden) itu!!! jelas semuanya memiliki ikatan dengan sang mantan penguasa, itulah kenapa tampaknya sulit sekali mengurus kebobrokan negeri ini, kenapa eh kenapa,,, karena memang dibuat untuk sulit, bukan tidak mau, mau sih, mau membelokan persoalan..hehehehe. Salah loe sih enggak liat siapa yang dipilih.. pokonya selama dia punya bonding dengan penguasa lalu, ya polanya enggak jauh deh.. apalagi kalau ingat balas jasa. wuih!!!

Labels:

Seputar Mantan Penguasa 1

Minggu-minggu ini memang lagi anget-angetnya cerita seru tentang mantan penguasa orde baru, sebuah rezim yang berdiri dengan darah dan berhenti juga dengan darah. Catet-darah banyak sekali maknanya, mana ada manusia yang tak berdarah.
Usianya memang sudah renta, Pak Harto, begitu biasa orang memanggil, sudah mencapai usia sepuh, 87 tahun adalah sebuah rentang waktu yang panjang untuk ukuran manusia, berbagai pengalaman dari generasi ke generasi telah dilalui, sudah sewajarnya semakin jeli.
Ditengah kisruh ketidakmampuan pengelola negara ini mengatur negeri yang sangat kaya ini, Pak Harto tergolek sakit tak berdaya dimakan usia, setiap hari menjadi headline semua berita, termasuk saya yang ikut-ikutan numpang ngetop... heuheuheuheu
Iya memang kisruh, harga-harga melambung tinggi, bahkan demo terbaru tentang tempe-tahu jadi isu terbaru, eh la.. penguasa sekarang cuman bisa bilang, "saya juga penggemar tempe-tahu".. waduh kalo cuman itu tanggapannya,,, ngapain keluarin banyak-banyak duit buat milih pemimpin bangsa. Kayaknya tidak banyak orang yang tidak suka tempe-tahu, tokh biar saya enggak suka tempe, tapi sangat doyan tahu.. jadi tetep ajah larinya ke kedelai, bahkan susu kedelai pun saya cukup suka. Kedelai, ya kedelai.. darimana kedelai yang merupakan bahan utama bikin tempe itu berasal? impor..! hah??? kedelai saja impor??? iya itulah.. mengkenye kebanggaan kita emang wajar luntur tokh hampir semua bahan dan komoditas itu bukan buatan dalam negeri.. pantes diklaim kalo tempe bukan milik kita kan.
Jadi harga-harga tempe-tahu dipasaran itu sangat tergantung dengan pasokan dan harga-harga kedelai diseluruh dunia, dan ketika berbicara tentang itu ada biaya yang menyelubunginya. Kalo kedelai yang dipakai itu impor berarti ada bea impor, nah yang lebih parah adalah bea-bea-beaya yang tak terduga alias dipungut selama dalam perjalanannya.. itu yang bikin harga yang udah selangit itu makin lewat langit lagi.
Kembali ke persoalan Pak Harto, sakitnya beliau selama ini dan juga minggu-minggu ini kan butuh biaya.. Siapa yang bayar? apa gratis.. waduh ternyata, Om satu ini memang cerdik, cerdas dan "beyond the future lah", sudah disiapkan peraturan yang mengatur tentang ini. Peraturan yang sudah diundangkan ini dikeluarkan tahun 1978. Pernyataan tentang hal ini dituangkan dalam Dalam UU Nomor 7 Tahun 1978 tentang hak keuangan administrasi Presiden dan Wapres serta mantan Presiden dan Wapres pada pasal 7 huruf C mengatakan bahwa "segala biaya perawatan kesehatan mantan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarga ditanggung negara". Mantan Presiden dan Wapres beserta keluarga.. walah, pantes aja kuli-kuli tempe tahu itu dirumahkan, la sebagian uangnya dipakai dulu buat biaya para mantan dan keluarga yang kebetulan sudah cukup kaya-kaya kalau sekedar bayar dokter karena Flu. uh!...

Labels:

Map IP Address
Powered byIP2Location.com