Wednesday, May 9, 2007

5 Bulan...........

Uih.. lama gak nulis. kebetulan sok pede kalo ne blog pada di liat orang, ah paling ketahuan kalo Felix cuman pengen liat my Cath belly wae..
Udah 5 bulan, gak terasa.. tambah melendung aja,,, hehehe. Memang sih dibanding hamil Keany dulu yang sekarang ini lebih mengembung. Lagian gak tahan laparnya itu lho, jadi kalo Cath gak memamah biak rasanya ada yang hilang dalam proses kehamilan sekarang.
tapi coba tebak, kami baru dari dokter tanggal 28 April kemarin, dan hasil pemeriksaan dokter Muhibah yang kemudian di konfirmasi ke dokter Sofi di Bandung. Ternyata positif..... Cath hamil dan kami akan memiliki BAYI.. coba sodara-sodara bayangkan BAYI, BAYI... jadi anak kami yang kedua. EHHH itu mah sudah tau yach... Jadi hapunten mang Odon buku "the one" nya akan kami sumbangkan kepada yang emang konsisten, jadi maap lah kalo kami tidak konsisten, abissss.. hehehehe.
Okey lah gak usah nulis lagi, capek, bacanya juga entar Hore' alias males. Berkaitan dengan 5 Bulan ini, Cath ma aye mo ngadain sayembara...
Bagi siapa yang bisa nebak apa kelamin Keany, eh adiknya Keany, kalo dia Laki-laki, maka tidak akan diangkat anak apalagi sodara... dan kalo dia Perempuan, apalagi masih muda.. maka (heuheuheuheu --- daddy on the mood -- Cath Melotot @_@ ) tidak akan dijodohkan ma Keany karena eh karena... Keany itu masih Balita. Hadiah !!! Provide one Ferry Ticket Lagoi - Singapore 2 way.
Klik daftar kuis dibawah, your name will be added....
Just write down your prediction, cowok apa cewek.


View the result

Hatur Nuhun, tengkiu, arigato.. ma acih.

Labels:

Tuesday, February 6, 2007

Siap Memberi Adik Buat Si Kecil?

Apa yang harus dilakukan bila pasangan ingin punya anak lagi, sementara Anda belum siap? Sebetulnya, kapan dan berapa jarak yang pas antara anak pertama dan berikutnya?
Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang sulit dan tak ada yang dapat menjawab dengan pasti. Pertanyaan ini bahkan lebih sulit ketimbang saat pertama kali memutuskan punya anak.
Pasalnya, keputusan untuk tambah anak tak saja menyangkut masalah "punya anak", tetapi lebih merupakan sebuah perubahan dalam keluarga. Dengan menambah anak, maka gaya hidup, keuangan, pekerjaan, hubungan kekeluargaan, dan tentu saja hubungan Anda dengan anak yang sudah ada, akan berbeda. Sering, bukan, kita dengar orang-orang berkomentar, "Tambah satu anak berarti pekerjaan ayah dan ibu jadi dua kali lipat."
Nah, berikut ini sejumlah pertanyaan yang biasanya muncul saat Anda dan pasangan mulai berpikir tentang menambah anggota keluarga. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Anda sebelum membuat keputusan.
Kapan waktu yang tepat?
Bagi kebanyakan orang, keputusan menambah anak lebih disebabkan oleh faktor waktu, yaitu kapan waktu yang tepat. Pertanyaannya adalah: Apakah sebaiknya langsung menambah anak sesudah anak pertama sehingga mereka dapat bermain bersama, sementara Anda sendiri tak perlu repot-repot mengurus anak kecil lagi? Atau justru membuat jarak tertentu untuk kehamilan berikutnya?
Sebuah penelitian menunjukkan, jarak ideal dari satu anak ke anak berikutnya berkisar antara dua sampai tiga tahun.
Berikut hasil penelitian tentang jarak usia anak:
* Menunggu sampai 18 -23 bulan untuk hamil lagi sesudah melahirkan merupakan waktu yang tepat bagi kesehatan bayi yang dikandung. Hamil kurang dari enam bulan sesudah melahirkan dapat menyebabkan kelahiran prematur (40 persen) atau si bayi kekurangan berat badan. Sementara kehamilan dengan jarak 10 tahun sesudah melahirkan mempunyai risiko dua kali lipat pada masa pra-kelahiran.
* Kelahiran dengan jarak 24 sampai 35 bulan juga ideal. Bila kurang dari jarak tersebut, biasanya mempunyai risiko bayi lahir dengan berat badan kurang. Ingat,ibu pun butuh waktu untuk pulih dari stres dan kekurangan gizi sesudah kehamilan terdahulu.
* Usia anak pertama berusia di bawah satu tahun atau di atas empat tahun merupakan waktu yang tepat untuk mempunyai anak lagi. Ini didasarkan pada hubungan kakak-beradik dengan orang tuanya, persaingan saudara sekandung, dan rasa percaya diri mereka.
Anak-anak di bawah setahun belum merasakan status istimewa yang mereka miliki, sementara anak di atas empat tahun sudah cukup puas menikmati perhatian dari ayah-ibunya. Ditambah lagi, mereka sudah mempunyai kesibukan sendiri.
Berbagai pertimbangan
Tidak ada ilmu pengetahuan yang dapat mendikte, apa yang harus kita lakukan bila menyangkut masalah cinta dan keinginan.
Di bawah ini beberapa hal yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum Anda mengambil keputusan.
  • Berapa usia anak Anda sekarang? Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang salah atau benar meskipun sebaiknya Anda menunda kehamilan berikutnya bila si kecil masih di bawah 6 bulan. Banyak yang beranggapan, semakin bertambah usia seorang anak, semakin baik. Dengan demikian, mereka punya waktu banyak bersama Anda, mereka juga dapat mengerti bila diajak membicarakan kehadiran adik lagi. Ada juga yang beanggapan, anak dengan beda usia yang tidak terlalu jauh justru akan menjadi teman bermain yang mengasyikkan. Sementara, Anda sendiri tak perlu repot-repot mengurus anak kecil lagi.
  • Bagaimana kehadiran anak mengubah gaya hidup Anda? Dengan kehadiran satu anak lagi, maka beberapa kebiasaan anda akan menjadi berubah, misalkan anda terbiasa bepergian berdua seminggu sekali, bertambah anak berarti anda harus mulai memperhitungkan waktunya kebali
  • Apakah Anda sudah mapan dengan kehidupan rutin bersama anak-anak yang lain? kemapanan akan kehidupan rutin membuat anda mungkin lebih siap menerima kedatangan anggota keluarga baru
  • Apakah Anda mempunyai cara perawatan anak yang baik? Perawatan yang baik akan anak anda saat ini membuat anda lebih siap menerima kehadiran si kecil
  • Apakah seisi rumah bisa tidur malam dengan tenang? Anak kecil cenderung tidak dapat tidur, apalagi jika sudah disibukkan oleh permainan, keadaan ini tentu sangat berpengaruh jika anak anda masih belum bisa tidur tenang, kehadiran si kecil akan membawa dampak lain
  • Apakah Anda dan pasangan punya cukup waktu untuk berdua? Hal yang sering dilupakan oleh pasangan yang sudah memiliki anak adalah, memelihara hubungan dengan pasangan melalui kesempatan untuk memberi ruang hanya untuk berdua. Anak menjadi selalu yang utama hingga tidak pernah lagi memikirkan waktu berdua. Jika anda bisa meluangkan waktu untuk anda dan pasangan anda maka anda lebih siap menerima adik baru
  • Apakah Anda kembali bekerja dan menikmatinya? Pekerjaan kadang kala membuat lupa, jika anda menikmati pekerjaan anda dan tetap memberi prioritas pada keluarga anda, maka anda lebih siap jika adik baru datang di tengah keluarga
  • Bagaimana kondisi keuangan Anda? Memang betul, uang bukanlah segala-galanya tetapi kita harus menyadari, untuk membesarkan anak-anak kita memerlukan uang. Jadi, perhitungkan uang yang diperlukan bagi setiap anak untuk kebutuhan sehari-harinya. Anda harus mempertimbangkan pendapatan. Buat kalkulasi yang jelas, sesuaikan dengan gaji Anda. Banyak ibu yang susah untuk tetap terus bekerja sesudah melahirkan anak kedua ataupun ketiga. Nah, sanggupkah Anda, bila diharuskan, berhenti bekerja? Atau, sanggupkah Anda membayar baby sitter bila Anda tetap ingin bekerja?
  • Berapa usia Anda? Faktor usia merupakan faktor penting. Terutama bagi wanita. Bila Anda berusia 38 tahun dan masih menginginkan dua anak lagi, Anda tak bisa hamil dengan jarak usia tiga tahun antara anak yang satu dan yang lainnya. Bila Anda di bawah 30 tahun dan tidak punya masalah kesehatan yang membahayakan kehamilan, Anda masih punya kesempatan untuk mengatur waktu. Banyak wanita yang masih dapat hamil di usia awal 40-an, tetapi kesuburan rata-rata menurun secara drastis saat mencapai usia 35. Bicarakan masalah usia dengan pasangan. Banyak pasangan yang sudah mempertimbangkannya sejak awal, di usia berapa mereka akan mempunyai anak terakhir.
  • Apakah Anda dan pasangan setuju? Kadang-kadang, hanya salah satu yang siap, sementara pasangannya tidak siap. Tidak mudah, memang, untuk selalu seiring dan sejalan. Langkah pertama yang perlu adalah membicarakan perbedaan di antara Anda dan pasangan.
    Diskusikan sudut pandang Anda berdua. Bisa saja, pada saat itu tidak ada keputusan, tetapi paling tidak, masing-masing pasangan akan mengerti apa yang dikehendaki pasangannya. Bila perlu, konsultasi dengan dokter atau orang yang lebih berpengalaman.
  • Apa kata hati Anda? Tentu saja, Anda dapat membaca sederetan aturan-aturan dan definisi mengenai sisi positif dan negatif, namun yang paling penting adalah keputusan yang diambil yang sesuai dengan hati nurani Anda. Ikuti kata hati. Bila Anda menginginkan anak dan begitu pula pasangan, mungkin kehidupan Anda akan berubah.
Bagaimana jika Anda belum siap
Pertanyaan:
Suami saya menginginkan anak lagi, tapi saya belum siap. Kami sudah cukup direpotkan oleh anak pertama, dan hampir tak punya waktu untuk berdua. Apa yang harus saya lakukan?
Jawaban:
Bagi kebanyakan pasangan, pertanyaan mengenai "Apakah memiliki anak lagi" bukanlah masalah, sementara bagi pasangan yang lain, masalahnya lebih rumit. Dan hampir semua permasalahan berhubungan dengan keadaan rumah tangga Anda. Salah satu pasangan menginginkan anak kedua atau ketiga, sementara yang satunya tidak terlalu menginginkannya. Sayangnya, tidak ada solusi yang mudah dalam mengatasi masalah ini.
Ada yang mengatakan, bagaimana dapat memberikan perhatian kepada anak kedua jika masih direpotkan oleh anak pertama? Ini umum dialami oleh pasangan mana pun, tapi sebenarnya bukan hanya masalah perhatian yang mereka khawatirkan.
Nah, coba tuliskan faktor-faktor lain yang membuat Anda khawatir. Anda dapat memulainya dengan hal-hal berikut ini:
  • Keuangan Dari segi keuangan, apakah Anda mampu untuk mempunyai anak lagi? Bila jawabannya tidak, apakah tidak punya uang yang cukup betul-betul merupakan masalah bagi Anda?
  • Masa kecil Apakah Anda anak tunggal atau memiliki saudara laki-laki dan perempuan? Apakah Anda punya masalah dalam masa pertumbuhan yang Anda alami?
  • Kemampuan untuk menyayangi anak lebih dari satu Apakah Anda khawatir tidak dapat menyayangi anak kedua seperti Anda menyayangi anak pertama? Meskipun ini kekhawatiran yang wajar, jawaban yang sederhana yang dapat diberikan adalah kemampuan untuk mencintai anak-anak, tidak perduli berapa banyak anak Anda, tidak terbatas.
  • Melahirkan Apakah Anda khawatir dengan rasa sakit yang akan dialami pasangan pada waktu hamil dan melahirkan? Karena pasangan yang mengalaminya, biarkan ia yang memutuskannya. Mungkin Anda perlu menempatkan diri pada situasi pasangan, yang selain mengandung juga harus mengurus anak. Apakah istri Anda keberatan?
  • Anak pertama Apakah anak pertama Anda punya temperamen yang sulit? Bila jawabannya ’Ya’, maka Anda harus menyadari bahwa temperamen anak berikutnya tidak selalu sama dengan anak sebelumnya.
Bila Anda berdua sudah menuliskan faktor-faktor yang jadi kendala dan sudah memikirkan dengan matang daftar yang Anda tulis, bahaslah bersama-sama. Meski saat ini Anda merasa pasangan lebih bersemangat, ternyata dia pun memiliki berbagai kekhawatiran sama seperti yang Anda rasakan.
Sumber: Nova dan berbagai sumber

Labels:

Tuesday, January 30, 2007

Kopi untuk Wanita Hamil, Aman?

Jika Anda penggemar kopi dan kebetulan sedang hamil, ada kabar baik untuk Anda ketahui. Menurut peneliti dari Denmark, minum kopi ternyata aman untuk wanita hamil, asal dalam jumlah secukupnya. Hasil penelitian tersebut mematahkan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa minum kopi bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan ukuran bayi yang kecil.
Riset yang dilakukan oleh British Medical Journal menemukan bahwa tidak ada perbedaan antara wanita yang minum kopi dalam jumlah sedikit dengan wanita yang minum kopi non kafein. Jumlah yang dianjurkan di Inggris untuk wanita hamil tak lebih dari 300 mg kafein per hari.
Menurut Food Standards Agency, jumlah tersebut setara dengan mengkonsumi sepotong cokelat, minum tiga cangkir teh, sekaleng softdrink dan secangkir kopi setiap hari.
Peneliti dari University of Aarhus, Denmark, mengamati kesehatan lebih dari 1200 wanita hamil yang tergolong pecandu kopi, yakni minum lebih dari tiga gelas kopi perhari. Kesemua responden mengikuti riset tersebut setelah usia kehamilan 20 minggu. Mereka lalu dibagi dalam dua kelompok, yang mengkonsumsi kopi berkafein dan kopi non kafein, sehingga peneliti bisa mengetahui kelompok mana yang paling beriko mengalami kelahiran prematur atau memiliki bayi berukuran kecil.
Tim peneliti juga melakukan wawancara kepada tiap responden untuk mengetahui apakah mereka juga mengkonsumsi minuman berkafein lain seperti teh atau softdrink. Data lain yang dikumpulkan yakni usia calon ibu, usia kehamilan, berat badan sebelum hamil, kebiasaan merokok serta bobot bayi saat dilahirkan. Ternyata tidak ada perbedaan berarti antara dua kelompok tersebut. Kelompok yang mengkonsumsi kopi non kafein asupan kafeinnya lebih rendah 182 gr.
Di antara wanita yang mengonsumsi kopi berkafein, 4,2 persen melahirkan prematur dan 4,5 persen ukuran bayinya kecil. Sementara itu, dalam kelompok yang mengonsumsi kopi non kafein, 5,2 persen bayinya lahir prematur dan 4,7 persen berat bayinya di bawah normal. Disimpulkan oleh tim peneliti bahwa mengurangi konsumsi kopi di masa akhir kehamilan tidak terlalu berpengaruh pada berat tubuh bayi dan usia kehamilan. Meski begitu, belum diketahui apakah ada efeknya jika mengkonsumsi kopi di usia awal kehamilan.
Meski demikian, tetap dianjurkan bagi wanita hamil untuk tidak mengkonsumsi kopi lebih dari 300 g perhari. Selain itu, perbanyak minum air putih atau jus buah daripada minuman berkafein.

Source: www.kompas.com

Labels:

My Pregnant Wife

5 Weeks…. OmiGod, we plan but never thought it come faster… Catharine my wife is pregnant.
See…
by this time her body will begin to show the signs of her pregnancy. At first Cath may look so confuse the signs of pregnancy with the symptoms she get when her period comes every month. Although this time, when those changes occur it is because she are pregnant. Her breasts start to tend to become swollen and tender.
This is because her milk glands will begin to multiply. Cath feel the need to eat more often due to hunger. Luckily she does not seem to be nauseated as morning sickness kicks into high gear. Doctor said that as her baby grows her uterus will grow and begin to press on her bladder. This will cause frequent trips to the bathroom.
For three days she must take a rest at home, since her pregnancy look uneasy not as our son before.
But hey,, we’re very happy, it seem that we stay in Bintan for a while.. sigh…
Have any other idea to give the name for him/her?
Look at my son, he's my cute power rangers. yup he's crazy about that. some times we can not stand on it, but that's a life..
can not imagine she's pregnant.

Labels:

Map IP Address
Powered byIP2Location.com